si gadis bonsai
Gila-gilaan belakangan ini bener-bener gatau mu nulis apaan untuk dibagi ke dunia saiber (apaan si cyber ditulis saiber ko jadinya goreng) blanky spanky wanky banget rasanya otak.
Tapi yaudahlah anyway, sang pemilik blog: si gadis sentimentil ini akhir2 ini agak sedikit tersentil dengan banyak hal. Ga tau yah, tapi banyak hal itu sebenernya bukan banyak hal tentang banyak hal, tapi banyak hal tentang saya (ih apaan sii so bikin bingung misterius).
Jade begene: waktu itu iseng cari lagu sontrek film favorit sepanjang masa: The Royal Tennenbaum. Judulnya “These Days” yang nyanyi Nico (sepertinya tidak ada hubungannya dengan Nico yang pacarnya Lily ataupun mantannya Tanti lho, karena yang ini Nico-nya biduanita bule yang jadi hit di taun 70an: hehehe peace buat NicNic dan LilLil)

Di film ituh, lagunya disetel waktu Richie Tennenbaum pertama kali ngeliat Margot Tennenbaum setelah berapa lama gaktemu, adegannya slow motion gitu di erport, keren bgt settingnya dan positioning figurannya juga, semuanya top abis. (film itu wajib tonton lhooooooo)
Jadi aja ngiler kan pengen punya (yah, biar gini saya masih manusia, selalu pengen punya yang belom punya. Tapi untung gaberlebihan, soalnya saya gapernah tuh kepengen punya pos satpam motif leopard ungu-ijo metalik ato hal-hal tidak masuk akal lainnya seperti bayi kuda nil, tapi kalo bayi mammoth mah udah punya). Berkat Bearshare saktimandraguna saya pun berhasil mendapatkan lagunya, wehehehehehehe. Senaaang.
Ternyata setelah diulik (hiiiiii, diulik, emangnya biotek) ternyata liriknya cukup membuat saya bengong (wey bukan karena gangertee, tapi karena tertohok)
I’ve been out walking; I don’t do too much talking these days
These days. These days I seem to think a lot about the things that I forgot to do.
And all the times I had, the chances too
I stop my rambling; I don’t do too much gambling these days.
These days. These days I seem to think about all the changes that come about my way
And I wonder if I’d see another highway
I had an offer; I don’t think I risk another these days
These days. These days, and if I seem to be afraid to live the life that I’ve had made it sour
It’s just that I’ve been losing so long
I stop my dreaming; I won’t do too much skimming these days
These days. These days I sit in the corner stone and count the time and start return to ten
Please do not confront me with my failure,
I had not forgotten that
Hiiii menohok sekali, oh tidak! Begitu amat dalamnya membekas di hati seputih pualam inii. So, I start my thinking:
Entah kenapa tau-tau saya tersadar bahwa selama ini banyak bagian dari diri saya yang hilang. Yang tidak bisa saya petakan satu per satu seperti seharusnya. Saya merasa saya tidak mengikuti kaidah perkembangan kepribadian yang normal. Terhambat. Saya merasa bahwa saya adalah seorang bonsai. Apa yang terjadi dengan saya? Jangan-jangan saya jarang bersyukur. Apa yang terlupakan?
Akhirnya saya sadar, bahwa tidak ada yang akan mencatat apapun yang saya lupakan. Seprofesional2nya asisten pribadi, scanggih2nya PDA, ternyata ga ada yang bisa mentrack-back and merecord semua yang saya alami. (Pura-puranya pernah punya asisten profesional lulusan Oxford, dan PDA super canggih dari masa depan, hehehehe).
Semuanya harus saya lakukan sendiri, afterall, pada dasarnya saya sendirian. Bener siah kata si Sawung. Sial!
Gatau juga ih gimana ngatasin perasaan aneh bin kurang hiburan begini. Goreng banget dasar ABG krisis eksistensi.
Apalagi barusan abis nonton Fight Club (E buset, hare gene baro nonton Fight Club, kasian iiiiih).
Sepertinya selama ini ada Laras Ajeng Pitayu lain yang memegang kendali akan keputusan dan kelakuan saya secara keseluruhan. Masalahnya, alter ego itu bentuknya ya saya sendiri, bukan orang lain. Ga mungkin juga sih, soalnya saya gangerasa sakit mental sebenernya (walopun beberapa teman saya kadang merasa saya begitu. Ah! mungkin mereka saja yang gila)
Tapi kalo eksistensi alter ego yang tadi karena keberadaan orang lain, itu mungkin saja, hehehe. (manuver menyalahkan orang lain segera dilaksanakan)
Well, baiklah saya kasih tau saja wahai ORANG LAIN. Bahwa, ya, saya telah berjanji pada diri saya sendiri untuk tidak lagi kehilangan identitas begini, supaya ada waktu juga untuk kamu perjuangkan diri kamu sendiri dan lantas diri orang-orang lain yang setengah mati ingin kamu perjuangkan juga.
Mati aku karena jatuh cinta padamu, ORANG LAIN! Gila-gilaaaaan!
Mengetahui kekurangan bukan berarti merendahkanmu,
Namun secara sadar kumanfaatkan, untuk lebih jujur dalam mencintaimu.
(Filsafat Ilmu)
May 27th, 2006 at 1:33 am
Ehmm.. men seperti biasa, lo aneh gw gak, kapan balik, tuan muda lg di sini, katanya kangen sm lo, wuhahahha. relax, prep urself for the outback
.udh baca nodame 11 blm lo
June 6th, 2006 at 9:23 am
HOW lovely dear.
kisses*
June 19th, 2006 at 12:53 pm
bonjour!!!
how’s life?
huehuehueheu
June 19th, 2006 at 7:19 pm
ckckck… nice quote
gmn kbr?