No Such Thing as a Perfect Gentleman?

Saya kesal dan benci.

Frustasi juga prihatin.

Sama seorang pengendara motor yang secara kebetulan memakai jaket Himpunan Mahasiswa Yang Berlokasi Dekat Parkiran Sipil ITB. (Himayaberdeparsip ITB)

Yang pada hari Kamis 8 Desember 2005 kemarin telah, tidak hanya merusak pagi saya yang indah, tapi juga mobil saya.

Kejadian dramatis yang berhasil menumpahkan beberapa mili air mata saya itu terjadi di depan pintu masuk parkiran seni rupa.

Lampu sen sudah nyala- entah kenapa pas idung mobil udah hampir nyampe ujung pintu masuk parkiran sr, eh ada mas-mas ,yang roman-romannya mungkin pada pagi itu akan merasa rugi luar biasa jika harus mengerem untuk menghindari benturan dengan mobil saya.

Dan benturan itu terjadilah.

BRRAAKKKKK!!

Tepat di samping pintu supir dengan suara yang begitu sangat kerasnya hingga sempat bikin saya sangat shock dan gemetar tidak terkontrol di mobil, sendirian.

Hal lain yang lebih mengesankan dari pengendara motor itu adalah bahwa setelah tabrakan kecil itu terjadi,

DIA KABUR!

Meleleh langsung rasa hormat saya pada jaket yang dia kenakan pagi itu. (maaf ya, tapi emang)

Atulaah~ baret ato lecetnya ya terserah deh da namanya juga tabrakan, emang udah pasti baret udah pasti lecet mu diapain lagi. Tapi KABUR? for god’s sake: itu teh beneran yang bawa motor lelaki?

Beneran ini mah: silahkan ngomong apapun tentang betapa susah dan lamanya menjalani os disana, harus dateng malem2, perjuangan2 melelahkan dan segala cerita kegiatan heroik lainnya.

Terserah lah. mungkin memang disana dia berani, punya integritas tinggi, banyak berkontribusi dan melakukan what-so-ever romantic thingy lainnya.

Tapi yang saya yakini tentang pemakai jaket itu kemarin pagi:

He didn’t have a brave ass to stop and apologize to me as an intelligent gentleman.

KESSSAAAAAAL!

%$$@%$#%$#@!!!%*&^%%$%R%$#@!!!!!!

8 Responses to “No Such Thing as a Perfect Gentleman?”

  1. Ophi Says:

    Mana mana orang nya?
    salam yah….(lho?)

    sabar yah nduk
    kadang atribut tidak sesuai dengan isi hati…

    dicatat teu no mobilna?

  2. andiw Says:

    mmm…gimana ya…

    tapi nggak mudah hanya kecewa dengan jaketnya. saya malah lebih setuju kecewa dengan:
    orang tuanya, teman-temanya, agamanya, jenis kelaminnya(?_its a give isn’t it?), guru sd-smp-sma-dosennya…banyak ras yg ikutan salah…

    tapi yasudah. insyaalah laras dapet hikmahnya koq, suatu saat entah dimana.

    sabar yak. ;p

  3. l r s Says:

    ibu ophi>>
    doski pake motor bu, dan udah nengok2 pengin nandain motornya tapi dirinya meningkatkan velositi motornya secara beringas dan diriku uda black out duluan.. hikshiks

    mang andiw>>
    iya sih, tapi yang waktu itu sangat signifikan untuk dipersalahkan adalah jaket yg dipakenya: ga ada keterangan lanjutan jg ttg orang tuanya, teman-temanya, agamanya, jenis kelaminnya, ato guru sd-smp-sma-dosennya. Da kabur!

    huhuhuhuhu
    *mengelus dada, menelan ludah, sembari menggaruk-garuk kepala yg tidak gatal*

  4. Sawung Says:

    ras, langsung ke HMS trus teriak disana mana anak yang nabrak gw kemaren!

    Anjis, dosen ikut komen.

  5. l r s Says:

    sawung>>
    iya, karena dosennya cute and funky (naon seh? pis bu ophi..)

    kata ayahku suruh bawa parang samurai sambil teriak2 kesana. (yah beginilah sistem pendidikan keluarga yg kami anut, hehehehehehe)

  6. fiksi Says:

    hmmm..
    sejak kapan laras bawa mobil? rupanya kehidupan dan saya kali ini tidak berada pada pihak yg sama, biasanya kan kehidupan selalu mencuri dengar! (naaooonn sih!):p

  7. DiLvo Says:

    melanjutkan kisah sukses aan kah??heheheeh…

  8. LiLy Says:

    Mmm..
    Jaketnya warna ijo tua kah?
    Dasar!!!
    Ke HMS yuk minta ganti rugi imaterial akibat keresahan jiwa yang elo derita!
    Minta yang banyak…
    ^o^

Leave a Reply