poisoned? oh not again!!

Dj_amoer_3

kedua kalinya dalam semester ini.

saya: Laras A. Pitayu
terkena interupsi racun.

Racun berupa jamur ~ yang nama ilmiahnya saya tidak tahu apa, karena kebetulan di TKP tidak tersedia mikroskop maupun handbook yang sesuai.

jamur, yang terdapat pada kueh kaastengel sisa lebaran yang tampaknya memang sudah tidak lagi dijamah oleh empunya
AKAN TETAPI
dengan liar dan hingarbingarnya dilahap oleh diriku. *tolonglah mengerti pola pikir dan pola konsumsi mahasiswi rantau nan rupawati*

kunyahan pertama..
“nyem nyem”
kunyahan kedua..
“gila keju edamnya kuat juga ini, ampe kerasa ada alkoholnya gini! canggih juga! lidah ampe kejot2 gini terasa!”
kunyahan ketiga..
“tunggu! bukanlah hal yang lumrah jika terjadi fermentasi di kueh keju lebaran!”

pada kunyahan keempat sesungguhnya saya sudah menyadari bahwa di dasar sang kueh keju nyata-nyata terdapat bercak hijau pupus yang warnanya sesuai trend musim gugur di milan
namun entah apa yang merasuki saya sejam lalu, saya embat juga potongan kaastengel itu dalam sekali lahap!

“gluk2gluk2″ *bagaimana mendefinisikan bunyi berkumur yang benar sih? kata2 disamping bagi saya terdengar seperti saya sedang menelan sesuatu*
untungnya tidak tertelan

karena saya memutuskan untuk menetralisir jamur tadi dengan minum listerin

~sesuai saran sang empunya kueh (atika rimainar 10703049)

listerin? *baru sadar kalo itu merupakan langkah penyelamatan yang tidak nyambung*

duh~! saya kok mulai meragukan kemampuan-intelektual-farmasetika yang saya bina dua taun belakangan ini..

hix.

2 Responses to “poisoned? oh not again!!”

  1. IneSziA Says:

    ahahahahahah… saya juga pernah sekali mengalami hal itu… apalagi ketika lebaran kemarin, kue2 yang tersisa (sengaja disisakan) diamburadulkan secara biadab oleh seekor monyet..

  2. l r s Says:

    mungkinkah kecenderungan makan sesuatu yang berjamur tercetak dalam kode genetika kita?

    hehehehe, tabik sepupu!

Leave a Reply