Archive for October, 2005

no longer know, where home is

Saturday, October 29th, 2005

Kata kekasih saya, salah satu sifat saya yang paling menyebalkan adalah bahwa saya seperti gula.

Manis? ya memang benar saya manis, tapi bukan sifat itu yang dia maksud (sayangnya)

Namun bahwa saya mudah melarut (kalo ada saubatdoti di samping saya, saya yakin 1000% dia bakal bilang: yeh, kenapa lo kaga diibaratin garem aje! Lo ma gula mah ibarat Pinus merkusii ama Gnetum gnemon! dan saya akan menjawab: iya ya, salah, harusnya alkohol lagi, khan saya memabukkan..)

Maksud sang kekasih adalah bahwa saya gampang terlarut dengan suasana, lingkungan dan what-so-ever aksesori pergaulan. Suatu sifat yang berbahaya kalo saya berokupasi sebagai mata2. (masa iya lagi buntutin orang di libanon eh malahan tinggal disana dan membuka tempat persewaan onta lantaran jatuh cinta dengan suasananya).

Intinya menurut dia, saya akan jadi tidak mawas akan keadaan, dan gampang dijebak dalam suatu permainan kotor dari oknum2 dengan tujuan tertentu yang oh-sudah-barang-tentu akan kotor pula!! (tidaaaaaaaak)

yah, ga seekstrim itu si, tapi pokonya begitulah.

Nah, sehubungan dengan itu, sekarang saya menyadari bahwa salah satu kerugian yang saya dapat dengan sifat yang semacam itu adalah bahwa saya menjadi mempunyai semacam inkonsistensi terhadap apa yang saya anggap tempat berpulang. (Buat yang berpikir bahwa yang saya maksud adalah Rahmatullah… saya mutilasi kalian nanti)

sepertinya saya ingin berada di semua tempat sekaligus. i n g i n, bukan harus.

************************************************************************************************

I lose some sales
and my boss won’t be happy
but I can’t stop listening to the sound
of two soft voices blended in perfection
from the reels of this record that I found

every day there’s a boy in the mirror
asking me
what are you doing here
finding moment previous motives
growing increasingly unclear

I travelled far and I burned all the bridges
I belived as sooned as I hit land
all the other
options held before me
wither in the light of my plan

so I lose some sales
and my boss won’t be happy
but there’s only one thing on my mind
searching boxes underneath the counter
on a chance that on a tape I’d find

a song for
someone who needs somewhere
to long for

homesick
cause I no longer know
where home is

HOMESICK by Kings of Convenience

************************************************************************************************

didedikasikan untuk semua yang rindu rumah ;}

poison ivy (bagian pertama)

Saturday, October 8th, 2005

HAMPIR saja saya kemarin bernasib serupa dengan pahlawan Munir.
Yah, mengingat dengan lancarnya menyeruput reagen arsen ketika menjalani praktikum biokimia..

begini ceritanya:

pada suatu jumat, tersebutlah dara manis nan segar (cewe apa oren jus?) bernama sama dengan saya, yakni Laras Ajeng Pitayu.. Dara tersebut sedang menjalani ritual masa mudanya yang bahagia: PRAKTIKUM BIOKIMIA. Adapun theme untuk praktikum kali itu adalah Penentuan Kadar Glukosa Darah,  yang menyaratkan penggunaan reagen arsen molibdenum yang apabila bereaksi dengan Cu+ akan menghasilkan arsenomolibdat yang berwarna biru (alah!!)

menurut buku penuntun praktikum, volume reagen yang diperlukan adalah 1mL untuk tiap tabung. Sang dara pun dengan sumringahnya menyeruput reagen tersebut dengan pipet ukur 1mL.

SRUPPUT!

belum sempat sruputan arsen mencapai 1 mL, serasa ada sensasi gurih yang aneh di bibir merah jambu sang dara manis. Wah wah, rupa2nya di mulut pipet telah ada tetesan reagen arsen tersebut!!!

Sontak sang dara langsung ke bak cuci untuk kumur2 dengan air segar.

Lucu1DM (dara manis) : toki, g nyruput arsen. sekarang pusing siah, sesek, mual
TK (tikatoki) : iya ras, kalo tika nyruput Cu-alkalis, sekarang juga pusing, mual, sesek sama kaya lo
DM&TK : a, kita nyruput reagen gimana atuh yah, boleh keluar ga? mu beli susu.. (dan juga cheesestick)
A (asisten) : mengangguk penuh kekhawatiran.

Akhirnya mereka pun pergi ke tokema untuk membeli susu, protein penetralisir sejati yang apabila bertemu dengan senyawa logam maka akan menggumpal bersamanya (alah!!)

siapa nyana pada jumat itu seantero toko kelontong itb kompakan ga mau nyediain susu buat dara2 manis yang keracunan? Keliling2 kemana2 ga ada yg jual susu.
dengan langkah gontai mereka pun membeli capucinni (yang notabene juga mempunyai kandungan susu) dan juga cheese stick (yang sedikit banyak mengandung protein juga)

bagaimana kisah mereka setelah membeli cheesestick?
Tunggu kisah poison ivy 2 di postingan selanjutnya!!

argh gejolak kawula muda (pada kawula tua?)

Sunday, October 2nd, 2005

Om_george

Pohh
jika guru adalah orang tua di sekolah, maka apakah menyukai seorang guru itu termasuk kategori incest?

fenomena aneh yg sekarang sedang menjadi tren diantara rekan sejawat,

gila bgt kaya ga ad org laen ajah di itb

kenapa juga mesti para dosen

memang komunitas ini adalah komunitas antik dengan berjenis-jenis explosive personality berjubelan di dalamnya

explosive, irritating, self-centered bastard,
but also smart, lovely, beautiful yet low-profile, very sophisticated and also very concern to world peace

D’oh?

huhuhu
anggap saja semua ini adalah kekaguman belaka atas prestasi-prestasu yg telah beliau-beliau capai dan harapan-harapin untuk mempunyai nasib jalan pendidikan yang serupa
(dan jodoh yg juga serupa?)

WAAAAAAAAAAAAAAAAAAA.
dasar sedeng kalian!