malaikat malaikat farmasi

Kami yang namanya tertulis di bawah ini:

brn-lrs-dot-tka-ang-bga-vda-cocoenthdrmn

menyatakan bahwa BENAR ADANYA kami telah melakukan penyelamatan hidup, jiwa dan masa depan seekor Felis domesticus pada:

Hari/tanggal : Senin, 19 September 2005

Jam             : 08:30 - 11:00

dengan cerita sebagai berikut :

"ngeong ngeong Nge~~~~o~ng..". mendengar bunyi lirih makhluk yang diduga kucing itu hati rekan BRN tergugah. Iapun ~sembari ke toilet, membeli tempe mendoan untuk sarapan, dan melakukan kegiatan2 lain yang mendukung peningkatan potensi akademik~ menengok keluar ruangan 9012 dan menghampiri sungai kecil got yang ada di depannya

"ah" desah BRN dalam hati "betapa malangnya makhluk tak berdosa ini" dengan penuh kelembutan, kasih sayang seorang ibu dan volume otak yang setara dengan Pitecanthropus erectus, BRN pun mengangkat kucing tersebut dari got sedalam 17,257 cm dan membiarkannya mengonggok di samping got sambil berbasah2 di pagi dingin sumsum itu.

"NGEONG NGEONG NGEONNNNK!!!" beberapa saat setelah upaya penyelamatan tanggung yang dilakukan rekan BRN, kucing tersebut tetap saja mengeong, bahkan apabila eongannya dianalisa secara mendalam, suaranya cenderung menyatakan kepedihan dan kesusahan.

Kami-kami yang ada di dalam ruangan 9012 pun menjadi gundah sambil berusaha sekuat tenaga untuk tetap berkonsentrasi memahami prinsip-prinsip spektroskopi UV/VIS. "ah, mungkin kucing itu hanya berusaha bernyanyi untuk menjaga kehangatan tubuhnya" kata kami berhipotesa.

TERNYATA hipotesa kami salah adanya! karena eongan kucing tersebut lama kelamaan fade away sebelum akhirnya tak terdengar samasekali. Seusai kuliah, tergopoh-gopoh kami menghampiri makhluk lemah itu dan kaget ketika menemukan bahwa sang kucing telah menggigil dengan hebatnya hingga tak mampu bersuara!

Oh, kami mulai meyalahkan satu sama lain, merasa gagal memberi perlindungan, merasa bersalah pada orang tua, kekasih dan dosen wali, merasa bahwa hidup ini benar-benar tidak adil dan merasakan hal2 tidak nyambung lainnya. Singkat kata, kami pun berusaha membawa kucing tersebut ke tempat lain yang lebih hangat dan layak tinggal.

Kami memilih suatu tempat di sebelah tangga basement farmasi dekat pertigaan gedung bengkok sebagai lokasi persemayaman sang kucing. Kami memilih tempat tersebut dengan pertimbangan bahwa di tempat itu sinar matahari kaya tercurah, selain itu tempat tersebut cukup sering dilalui orang-orang, sehingga akan mudah menyelamatkan kucing tsb apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Kami pun memberi perawatan semampunya kami:

memberikan tissue beberapa lapis sebagai selimut kucing (LRS)

memberikan nugget ikan dan mencuil-cuilnya menjadi partisi-partisi yang mudah dimakan oleh kucing berdimensi 30×15x10 cm (DOT)

teriak "ih..ih..ih..!" dengan lengkingan 1000 desibel dengan tujuan untuk menjaga kucing itu dalam kondisi sadar dan waspada (TKA)

berdoa dalam hati dari kejauhan (ANG BGA VDA)

setelah cukup yakin bahwa kucing tersebut dalam kondisi yang nyaman, kami pun melanjutkan perjalanan pendidikan menuju gedung TVST.

sepulang kami memperkaya wawasan dari TVST, kami tentu saja langsung mampir ke tempat kucing tersebut.

"ngee..HUAACIH..ong!" HAH! kami kaget bukan buatan ketika kucing yang tadi kami selamatkan bersin dengan begitu frontal ketika hendak dipegang oleh rekan BRN (memang kucing bisa alergi bulu? pikir saya). oh pikiran saya salah, ternyata kucing tersebut terkena influenza setelah kecemplung tadi paginya.

Yah, walaupun sembari bersin-bersin begitu, kucing tersebut ternyata cukup fit untuk berlari-lari kecil menghindari tangkapan kami. Syukurlah dia telah sehat..

EH!!! tapi ternyata kucing tersebut justru membahayakan dirinya dengan cara lain!! dia bermain-main di tangga dan… sreeek, kucing tersebut terpeleset dan nyaris jatuh!! tubuhnya hanya bertahan dengan satu atau dua kaitan cakarnya pada tebing batu disamping tangga tersebut.

Kembali hati kami ketar-ketir, apalagi kami tidak berani memegang kucing tersebut, terutama karena berita flu burung yang sedang tersebar. Namun di satu sisi rasa kemanusiaan kami terketuk.. Akhirnya..

BRN: berusaha menyelamatkan kucing dari balik tangga

LRS-TKA-DOT-VDA-ANG-BGA-VDA: ih… ih… ih… ih…!!!!

-penyelamatan tidak berhasil, kucing semakin menjatuh-

BRN-LRS-TKA-DOT-VDA-ANG-BGA-VDA: ih… ih… ih… ih… ih…!!!!

LRS: mas-mas tolong dong angkat tu kucing (backsound : ih-ih-ih)

COCOENTHDRMN: (dgn gaya kewl mengangkat kucing tersebut dan membawa kucing tersebut pergi dari lengkingan wanita)

cerita selesai. kucing terselamatkan.

MORAL CERITA DI ATAS:

1.sayangilah sesama makhluk hidup

2.buatlah tulisan yang panjang apabila anda sedang mendownload sesuatu yang bermemori besar dan ingin mengisi waktu dengan hal-hal yang berguna

3 Responses to “malaikat malaikat farmasi”

  1. DotiDisini Says:

    thanks for brighten up my day, my dear little elephant!!

    meski lieur dan teu nyambung (menunjukkan kualitas otakmu yang mungkin bahkan lebih kecil dari si felix domesticus) yahh..LUCU LUCU..

    lo asik..

  2. Ophi Says:

    hauahhahahahaha….
    eh yang ngajar UV Vis nya keganggu suara kucing ngga ?

    Salam yah buat yang ngajar..
    xixixixixix

  3. -aNinG- Says:

    hhahaaahahaa…….
    gw ga bisa nahan ketawa kalo nginget itu ras..
    apalagi pas bagian ih-ih-ih itu..
    ahahahhahahaa…
    mana ada malaikat liat kucing mau bunuh diri malah tereak2??
    tapi kita memang baik ya.. mwahaha..

Leave a Reply