words that wearable ~ hehehe

Hadah hadah

*sambil geleng2 kepala bergaya bak seorang kakek menanggapi generasi muda*

Orang orang kok ya pada mengklaim bahwa orang lain ada pada kelompok2 tertentu yang ngga banget atau melakukan hal2 yang dibilang aneh, tidak biasa atau justru ‘tipikal banget’ (baca: STD)

Yang familiar dan sering2 terdengar tu misalnya antara saya dan kawan2

Adalah bahwa kami mengelompokkan orang2 bertipe anak gaul

Dengan:

Poni miring (atau poni dora)

Baju2 serba pink dan baby blue

kalo nulis sms hurufnya GedE keCiL gEde KeCil (hiiiiiiiih geuleuh)

Dengan

gaya

ngomong yang digaul2kan dan diseret2

*bisa diikuti dengan baik oleh laras juga doti – boleh ditanya sekeluarnya kita dari dunia maya*

Atau embak2 gaul (dikelompokkan oleh kekasih)

Dengan:

Sepatu lancip highheels

Rukmini

Rambut panjang item kaya diribonding (mirip model iklan sampo ‘sutramatahari’)

Dan suka stand by di pinggir2 dago sambil cekikik2 ‘kik kik kik”

Padahal emang kenapa si

Justru kalo dipikir2 ko jadi sepertinya kami (baca: saya) jadi yang sombong.

Seenak-enak jidat dan udel bodong mengkotak2an orang2

Seperti kita sendiri special

Seperti mereka ; yang dikelompokkan tadi adalah orang2 tidak kreatif yang gapunya gaya2 lain selain gaya2 yang tadi kita kelompokkan

Saya jadi gerah sendiri

Bukannya mu ngebela orang dengan

gaya

gaul

Atau

gaya

jadul

Atau

gaya

gerak listrik maupun

gaya

gravitasi

Dan bukannya gangerti bahwa ada suatu image kecantikan yang sengaja dibentuk oleh para produsen yang akhirnya menentukan pendapat massal mengenai apa itu cantik, gaul, keren dan hal2 happening lain.

Tapi sebenarnya yang saya pikir2kan adalah

Gapenting tauk

gaya

orang mu gimana!

Mu Mohawk ke

Ato harajuku style ke

Ato yang semuanya mahal (serba lui fitong, serba syanel ato ivs sang lourang)

Ato yang semuanya murah (lui fitong palsu, syanel bikinan, ivs sang lourang abal)

Terserah orangnya aja kenapa! Selama mereka ga bikin polusi dan ga ngeganggu orang mah ya sok aja atuh mu pake ban karet juga kemana2

Yang penting itu:

Justru cara mereka menilai orang lain

Walopun lulusan MIT ato Mont Pellier

Tapi kalo bilang orang laen ga punya otak dan kepribadian yang oke

Cuma gara2 orang itu pake celana kulit pleus sepatu vinil oranye setrip2 ungu metalik mah sama aja dong : ga punya otak dan kepribadian oke juga

Hehehehe tapi ini

kan

cuma pendapat sayaa

Jadi sebenernya kenapa atuh ya kita mesti dandan? Udah aja kalo gitu mah pergi ke kampus pake daster ikan pari nan adem dan sandal kamar kuda nil (contoh bisa ditilik di beta 11 cigadung - hehe piss tik)

Buat saya sih: dandan untuk kenyamanan diri saja, untuk menimbulkan rasa aman dan enakeun terhadap lingkungan. Tentu tanpa terjebak dengan pendapat pasar tentang penilaian fisik. Supaya ga kehilangan identitas juga. hehehehe

I am what I wear, not what you think I wear

Ya udah atuh, saya permisi dulu

Salam gembira dan semoga liburan anda lebih menyenangkan dari liburan saya!

5 Responses to “words that wearable ~ hehehe”

  1. LiLyLiLy Says:

    aku suka kok dandan…
    namanya juga gue gila eksistensi…
    huhuhuhu (”,)

    cheers!!

  2. devipipi FULL Says:

    bener bgt lo neng, gw setuju ama lo!!!

  3. Ophi Says:

    hahaha…mahasiswi jagoan ini bikin blog juga tohh…gut gut..asik ada bacaan baru..sering2 update laras!

  4. -Enrico FULL- Says:

    kalo gw pake celana 7/8 gimana? Wakakakakaka…

  5. fiksi Says:

    hhmmm…
    nice, keep up the good work..

    *kunjungan perdana*

Leave a Reply